Rabu, 12 Juni 2013

3 hari di Jogja Istimewa :D - Part 2 Muter Kota

Hari ke-2 di Jogja, 31 Desember 2012.
Muter-muter kota jogja. Berdasarkan itenary yang dibuat, kami berencana untuk ke Taman sari, Keraton Jogja, Benteng Vredeburg dan Ulen Sentalu :D. 
Kami awali pagi itu dengan telpon taksi untuk nganter ke kost mang Eki (seorang teman kami yang merantau disana) di jakal (jalan kaliurang) deket RM. Padang buat minjem motornya. Kebetulan motor dia nganggur, soalnya dia ke kantor cuma pake sepeda hhehehe...ketemu eki ga pake lama. Kami barter, eki minjemin motornya dan saya ngasih oleh-oleh Bandung yang mungkin sangat dia kangenin (lebay!!). 
 Ini dia motornya, motor merah dengan plat D dan ternyata jok motornya ga bisa ditutup (sering goyang-goyang permirsa!).

Tujuan pertama kita adalah Taman Sari yang terletak di Jl. Taman Kraton. Taman sari ini dulunya tempat pemandian putri-putri raja, selir dan raja tentunya. Tiket masuk ke taman sari itu murah cuma dengan merogoh Rp. 3000/orang tapi itu tidak termasuk pemandunya yah (optional ). 
Taman Sari

Yang pertama kali terlintas saat memasuki taman sari adalah keindahan arsitektur bangunannya. Sekarang aja masih terlihat keindahannya apalagi dulu, jadi ngebayangin lagi mandi disana sebagai putri raja :p. Lagi asyik keliling bangunannya sambil tentunya foto-foto,,kami bertemu dengan serombongan keluarga yang membawa anak-anaknya umur 6-7 tahun sudah lengkap dengan pakaian renang!Si anak udah sangat antusias untuk berenang di kolam tersebut, sebelum akhirnya orang tua mereka membaca tulisan "DILARANG MASUK KE DALAM KOLAM" yaaah kurang lebih gitu deh tulisannya. Seketika itu juga anak-anak tersebut balik arah dan saya ga tau lagi apa yang terjadi, mungkin langsung masuk got sembunyi sampai rasa malunya hilang hahahaha...itu yang akan saya lakukan seh kalau jadi mereka (salah ortu tuh). 

Puas di Taman sari, kami lanjut ke Keraton Jogja yang terletak tidak jauh dari taman sari. Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. Untuk masuk keraton, cuma dengan Rp. 3000/ orang kita sudah bisa melihat dan berkeliling keraton. Lagi-lagi kalau mau pemandu harus bayar lebih yah. Kebetulan waktu itu kita bergabung dengan wisatawan lain yang sewa pemandu dan bebas tidak dipungut uang bayar pemandu alias gratis soalnya udah dibayarin mereka hehehehe.....
 
Dari Keraton Jogja kita lanjut ke Benteng Vredeburg yang tidak jauh dari keraton. Tiket masuk ke museum ini hanya Rp. 2000/ orang. Dulunya Vredeburg ini
dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda. Memasuki benteng ini nuansa jaman kolonialnya cukup terasa. Bangunan tua, arsitektur khas Belanda yang saya rasa cukup terawat. 




Di dalam bangunan ini banyak sekali diorama-diorama tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan.
Salah satu diorama di Vredeburg
 Puas di Vredeburg, kita lanjut ke Ulen sentalu yang letaknya di sebeleh utara Jogja, tepatnya di Pakem Kaliurang. Waktu saat itu menunjukkan jam 14.00, karena takut keburu tutup saya sebelumnya menelpon Ulen sentalu untuk tau jam berapa tutupnya. Waah sepertinya keburu, karena Ulen sentalu tutup jam 16.00. Melajulah kami bersama motor merah menyusuri jalan kaliurang yang cukup panjang. Di perempatan lampu merah, seorang pengendara motor disamping kami bertanya pada suami saya, dan terjadilah percakapan singkat namun berarti hahaha...
A(orang baru kenal): " Mas, dari Bandung juga yah?saya juga dari Bandung. Plat motor saya juga masih D" 
B (suami saya) :" Iya mas, Bandungnya dari mana?"
A(orang baru kenal): " Saya dari Cijerah, lagi kuliah disini "
B (suami saya) : "Waah saya dari Cibeureum, tetangga ternyata yah "
Okey, percakapan terhenti karena lampu sudah hijau dan diakhiri dengan lambaian tangan. Bertemu orang satu daerah, tetanggaan pula di daerah orang lain itu rasanya sesuatu yah,ternyata dunia itu memang tidak selebar daun kelor (maaf, sampai saat ini saya merasa kalau daun kelor itu tidak lebar looh,,mungkin lebih tepatnya dunia itu mirip daun kelor yang ternyata tidak lebar halaaaaah). 
Sampai di kaliurang KM 22, motor kami terpaksa terhenti karena hujan yang deras. Padahal tinggal 3 KM lagi kami sampai di Ulen sentalu. Waktu menunjukkan jam 15.30 diiringi suara perut yang kriiiiuuk kreooook tanda ngantuk eeeh lapar. Sambil menunggu hujan reda, kami berteduh di warung soto yang cuma ada satu-satunya dijalan itu.Jalanan saat itu cukup sepi, mana di depan warung sepertinya kebun tak bertuan dengan rumput dan semak belukar tinggi-tinggi, belum lagi hujan yang mengguyur cukup deras bertambahlah rasa lapar kami (laaaah??). Soto ayam dan nasi goreng yang rasanya lumayan disaat perut lapar dan harganya cukup murah,oya tapi si bapak pelayannya sedikit bicara banyak bekerja, yuuk intip kakinya napak lantai ga hiiihihihihi :p. Ting tong, jam 16.00 hujan belum reda. Kalau nekat terus ke atas resikonnya baju basah dan museum sudah tutup. Keputusan penting pun harus kami ambil. Balik pulang ke penginepan dan see u next trip Ulen sentalu :(



Tidak ada komentar:

Posting Komentar