Rabu, 12 Juni 2013

3 hari di Jogja Istimewa :D - Part 3 Pantai Baron - Kota Gede

1 Januari 2013
Pagi itu kami sempatkan nongkrong dulu di angkringan alun-alun kidul sambil menikmati pagi dijogja. Sarapan bubur ayam, gorengan, susu milo dan es teh manis. Ga lupa juga kami menyempatkan hhehehe..foto-foto disekitar alun-alun.

Pohon Beringin kembar yang konon memiliki cerita misteri tersendiri.
Ini Foto jalanan di jogja sekitar jam 06-06.30 pagi.










Jam 08.30 mobil yang kami rental pun datang. Perjalanan hari ini sepertinya cukup padat. Kami berencana ke Pantai Baron yang terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 23km arah selatan kota Wonosari, merupakan pantai pertama yang ditemui dari rangkaian kawasan Pantai Baron, Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak. Berhubung besok kami sudah pulang ke Bandung dengan kereta pagi, jadi kami sempatkan mampir ke pusat oleh-oleh khas Jogja yang searah dengan kost Eki (Eki mau ikut ke pantai katanya :p ). Merapatlah kami di pusat oleh-oleh Jogja "Bakpia Djava" yang terletak di Jl. Laksda Adisucipto Km 8,5 Yogyakarta Timur/Sleman. Oleh-oleh yang dibeli ga banyak, cuma bakpia beragam rasa 10 dus, wingko 2 dus, bandeng juwana dan beberapa cemilan untuk diperjalanan. Yaah lumayanlah buah tangan untuk orang rumah dan teman kantor :). 
Selesai jemput Eki, perjalanan pun dilanjutkan menuju pantai Baron. Perjalanan ke Baron hampir 2,5 jam, ternyata jalan ke arah sana cukup padat merayap, banyak bus rombongan yang menuju atau dari Baron. Setelah perjalanan yang cukup melelahkan (padahal cuma duduk manis samping driver hhehehe) sampailah di pintu masuk wisata pantai. Tiket masuk pantai cukup murah Rp. 5000/orang. Tapi apa yang terjadi sodara-sodara???Pantai Baron yang cantiknya seperti ini, dengan air laut yang biru menyejukkan sepanjang mata memandang :D
Hanya bisa ditemui dalam keadaan seperti ini, airnya berwarna cokelat dengan ombak yang cukup besar. Cuma langitnya aja yang masih biru :( usut punya usut, sungai di atasnya kena banjir yaaah jadinya seperti itu deh lautnya :((


Puas memandangi pantai dengan hati pilu tak terkira, kami pun bergegas untuk melanjutkan perjalanan ke pantai selanjutnya berharap rasa sakit bisa terobati hahahaha...Tapi jalan keluar pantai Baron aja macetnya super duper ga gerak, apalagi kalau harus naik ke atas ke pantai selanjutnya. Kembali menelan pil pahit. Pantai di skip,atribut pantai ga jadi dikeluarkan!! Setelah berhasil lolos dari macet, perjalanan pun dilanjutkan ke Kota Gede. Tunggu dulu, kali ini bukan mau beli souvenir perak loh tapi mau beli cokelat. Loooohh??

Ternyata, di Kota Gede ada pabrik cokelat sekaligus showroomnya yang menjual cokelat-cokelat yang katanya enak dan sangat berkualitas. Nama tempatnya "Cokelat Monggo" letaknya di Jl. Dalem kg. III/978 Kel. Purbayan, Kota Gede. Tempatnya emang agak nyempil seh masuk gang (tenang masih masuk mobil ko), tapi tempatnya gampang terlihat karena desain pabriknya cukup unik seperti rumah.

Masuk ke dalam, saya langsung kalap. Maklum saya suka sekali yang namanya cokelat, ditambah penyajian cokelat yang beragam ini cukup cantik dan bisa dapet tester :p
Rasanya pengen borong semua deh cokelatnya, tapi berhubung harganya juga agak mahal, cukup beli beberapa batang aja buat oleh-oleh dan sisanya untuk konsumsi pribadi hihihihi....

Cokelat yang saya beli itu regular bar 40 gram, tablets 80 gram dan punakawan Box. Semua cokelatnya enaaaaak dan cokelat ini kualitasnya lebih bagus karena terbuat dari
premium dark cokelat dengan 100% mentega kakao jadi ada kualitas ada harga tentunya :)





Beli rasa storberi, mangga, white dan dark 58% kakao
 Yang ini 1 Box isinya 24 mini tablets, cocok buat dibagi-bagi ke orang kantor hehehehe :)
Untuk yang ini, saya beli rasa jeruk, macadamia dan dark 69% kakao.






Dari sini, lanjut cari makan karena perut udah keroncongan, Hasil perdebatan yang cukup alot, kami sepakat ke tempat makan unik yang menyajikan makanan berbahan dasar jamur. Yap! nama tempatnya "Jejamuran"terletak di daerah Sleman.
Resto ini menyediakan makanan serba jamur yang dijamin rasanya enak dan ga berasa kalau kita lagi makan jamur. Disini kami mencoba rendang jamur yang mantaap (ga kalah ama rendang daging), tongseng jamur, dan sate jamur. Harganya pun cukup murah, untuk semua makanan dan minuman yang kami pesan cuma merogoh kocek Rp. 98.000 :D. Oya resto ini ga buka cabang sepertinya...andai ada di Bandung yah. 


Kenyang makan, perjalanan harus dilanjutkan,. Satu tempat yang diwanti-wanti orang tua ku harus didatengin yaitu rumah si mbah di desa kaliduren, Sleman. Waktu itu jam menunjukkan jam 18.00, jalanan kesana cukup redup kurang penerangan dan belum lagi hujan rintik-rintik menambah suasana mencekam (sebenernya kebelet pipis seh). 
Terakhir kali ke rumah si mbah itu tahun 2006, dan terakhir ketemu si mbah pas di acara nikahanku desember 2011. Berbekal google map dan telpon-telponan sama sodara di jogja, akhirnya sampai juga di rumah si mbah. Sumpah ini rumah ga berubah sama sekali, tetap tua, jawa dan rapih :). Seseorang muncul membuka kan pintu. 
"Oalaaah ndoook,,si mbah kira kamu nyasar to" Langsung sungkem dan numpang pipis :D
Ngobrol kesana kemari,, ga kerasa sudah jam 20.30, waktunya kita pulang dan balikin mobil hhehehe..rasanya masih pengen di si mbah, tapi apa daya, besok harus pulang karena harus segera ngantor (kalo kelamaan cuti bisa dibuat cuti selamanya ama si boss :p ).
Keluarga Mbah Paidi
Eiiiits, belum bisa langsung ke penginepan. Musti mampir beli batik titipan orang rumah, moga-moga aja tokonya belum tutup. Akhirnya nemu toko batik yang searah jalan pulang " Omah Tirto Noto". Batik koleksinya bagus-bagus dan harganya juga bagus-bagus hhahaha, jadi cuma beli dikit. Satu orang dapet hanya satu batik :)

Jam 21.30 sampai juga di penginepan. Mobil rental sudah dikembalikan, begitu juga motor Eki. Selamat malam semua, sampai jumpa lagi teman. Saatnya menghabiskan malam berdua dengan suami :D a.k.a bobo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar